Marah Yang Bijak: Ulasan Buku

Seorang laki laki datang menemui Rasulullah saw untuk meminta nasihat beliau. Orang itu berkata, “Berilah wasiat kepadaku.” Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau marah.” Kemudian orang itu mengulang berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah saw. maka Rasulullah saw selalu menjawab, “janganlah engkau marah.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah r.a)

Para psikolog membedakan emosi ke dalam dua kategori yaitu emosi dasar dan emosi campuran. R. Plutcjik mengungkapkan bahwa ada empat jenis emosi dasar dalam diri manusia yaitu kegembiraan, ketakutan, kesedihan dan kemarahan. Adapun menurut Paul Ekman, manusia memiliki enam emosi dasar yaitu takut, marah, sedih, bahagia, jijik dan terkejut. Salah satu emosi yang melekat pada setiap manusia adalah marah. Emosi marah adalah luapan kekecewaan, kekesalan dan kebencian yang kemudian ditumpahkan dengan perasaan, ekspresi, wajah, gerak tubuh, kata-kata dan tindakan. Terjadinya sikap marah dapat diakibatkan sakit hati,kekesalan dan rasa kecewa.

Bunda Wening dalam buku ini, menggunakan kata “tak kerkendali” untuk “marah” yang dapat memberikan dampak buruk dan memaknai “marah” sebagai sebuah sikap, bukan p perilaku. Sikap adalah pernyataan seseorang terhaddap suatu kondisi, situasi, kejadian dan peristiwa sedangkan Perilaku adalah wujud yang tampak dari sebuah sikap. Sikap dan Perilaku terhadap suatu masalah dipengaruhi oleh persepsi. Persepsi terbangun dari pengalaman dan pengetahuan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa ketika marah adalah sebuah sikap maka perilaku marah dapat berwujud apapun bergantung pada ketupusan masing-masing orang. 

Marah secara turun temurun dipahami sebagai: suara yang keras, membentak, kalimat yang kasar, mata melotot, kedua tangan di pinggang, cubitan dan pukulan. MUNGKINKAH MARAH DISAMPAIKAN DENGAN CARA BERBEDA? BISA.

Selanjutnya, berikut ini beberapa hal yang dapat memicu marah orantua kepada anak,

  1. Lelah fisik dan mental
    Bunda, saat mental sedang berjuang untuk tetap tegar meskipunsedang terkoyak-koyak, fisik akan menjadi sasaran empuk dari kondisi mental yang sedang lemah. Kondisi seperti ini dapat dnegan mudah menjadi pemicu marah orangtua kepada anak.
  1. Don’t Be Panic, Mom, Calm Down!
    Kepanikan dapat membuat tindakan tanpa analisis dalam dan berpikir lebih panjang, biasanya tindakan yang muncul adalah bentuk tindakan yang sudah pernah terekam dalam memorinya sebagai referensi. Jika yang terekam adalah prilaku mamrah yang tidak terkendali seperti berteriaak, menggebrak, maka itulah yang terjadi. Lain halnya jika yang terekam adalah tindakan spontanitas yang lain, misalnya berbicara dengan lebih lembut tetapi mengena.
  2. Tidak Siap dan Terbiasa dengan Perbedaan
    Perlu orangtua pahami, anak belum tentu memiliki paradigma, pendapat, sikap dan perilaku yang sama dengan orangtuanya. oleh karena itu, siapkan dan latihlah diri Anda untuk terbiasa menerima perbedaan.
  3. Menggunakan Standar Orangtua untuk Anak
    Perlu digarisbawahi bahwa anak-anak membutuhkan waktu sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk dapat hampir menyamai atau mencapai kemauan orangtua.

Dampak marah kepada anak secara psikologis: Studi yang ada menunjukkan bahwa kemarahan di depan anak dapat membuat anak menjadi kurang empati, agresif dan mudah depresi, terganggu prestasi di ssekolah, berkurang kemampuan adaptasi di luar dunia luar, kemungkinan gangguan kejiwaan di kemudian hari, rentan mengalami gangguan mood dan rentan kecanduan narkoba dan alkohol.

Adapun dampak lain dari amarah orangtua kepada anak adalah,
1. Meniru perilaku marah
2. Pemurung atau tidak ceria
3. Cenderung menutup diri dari lingkungan
4. Kurang berani mengambil langkah-langkah atau keputusan pentinf dalam hidupnya
5. Memberontak

Dampak Marah bagi pelakunya adalah, secara fisiologis akan menimbulkan hipertensi, stres, maag, gangguan fungsi jantung, insomia kelelahan, serangan jantung. Secara psikologis dapat merusak pola pemikiran menjadi lebih pendek. Dampak sosial menyebabkan disharmoni, terkena hukuman pidana bahkan muncul permusuhan dan bisa menimbulkan penganiayaan dan pembunuhan.

Berikut adalah teknik pengendalian Marah yang dapat dilakukan,
1. Teknik Relaksasi Napas
2. Lakukan Breaking State
3. Perbanyak doa agar dijauhkan dari godaan syaitan
4. Gunakan Papan Refleksi Diri

Secara pribadi, saya sangat merekomendasikan buku ini kepada para orangtua terutama yang mengalami kendala dalam mengelola emosi terhadap anak.

Sumber: https://rtmaryama.wordpress.com/2017/03/10/resume-marah-yang-bijak-penulis-bunda-wening/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *